MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88 BWTOTO BWTOTO BWTOTO BWTOTO BWTOTO LAMBO69 LAMBO69 LAMBO69
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • Bisnis/
  • Dianggap Matikan Usaha Rakyat Kecil, Asosiasi Pedagang Desak Pemerintah Tak Sahkan RPP Kesehatan
Ilustrasi usia merokok minimal 18 tahun ke atas.

Dianggap Matikan Usaha Rakyat Kecil, Asosiasi Pedagang Desak Pemerintah Tak Sahkan RPP Kesehatan

Rabu, 31 Januari 2024 – 19:25 WIB

Jakarta – Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kesehatan yang memuat pasal-pasal terkait produk tembakau dinilai sangat merugikan dan akan mematikan mata pencaharian para pedagang, khususnya pedagang kecil dan kaki lima.

Baca Juga :

Bea Cukai Nunukan dan Polairud Gagalkan Peredaran Lebih Dari 4 Juta Batang Rokok Ilegal

Karenanya, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL) sekaligus Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS), Ali Mahsun Atmo menegaskan, pihaknya mendesak pemerintah untuk tidak mengesahkan RPP Kesehatan tersebut.

“Kita berharap pemerintah terketuk hatinya untuk tidak mengesahkan (pasal-pasal tembakau) RPP Kesehatan, yang melarang penjualan rokok eceran dan display produk tembakau,” kata Ali dalam keterangannya, Rabu, 31 Januari 2024.

Baca Juga :

Petugas Bea Cukai Temukan Ratusan Ribu Rokok Ilegal di Wilayah Kudus

“Keberadaan pedagang asongan harus dijaga, karena akan turut berdampak pada ekonomi nasional,” ujarnya.

Baca Juga :

Viral Sekelompok Siswi SMKN di Kendari Diduga Pesta Narkoba ‘Sinte’

Dia menambahkan, rencana pelarangan bagi produk tembakau itu nyatanya sampai menyangkut hajat hidup banyak orang. “Bisa-bisa ratusan ribu pedagang asongan dan rokok itu akan mengalami gulung tikar. Itu kan mata pencaharian rakyat,” kata Ali.

Ali memaparkan, jumlah pedagang rokok eceran yang merupakan pedagang asongan, totalnya mencapai sebanyak 50 ribu orang.

“Sedangkan, penjual rokok dalam bentuk warung jumlahnya mencapai 4,1 juta gerai,” ujarnya.

Senada, Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo mengingatkan, RPP Kesehatan tidak boleh mengabaikan aspek ekonomi. Apalagi, industri tembakau dari hulu ke hilir merupakan mata pencaharian jutaan orang masyarakat Indonesia.

“Utamanya tetap kesehatan, tapi dari sisi ekonomi jangan sampai kolaps atau terjadi kemunduran yang signifikan. Itu harus kita lindungi karena jutaan orang hidup bergantung dari industri tembakau,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

“Sedangkan, penjual rokok dalam bentuk warung jumlahnya mencapai 4,1 juta gerai,” ujarnya.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21